Edeline jangan sedih.

Semenjak hubungan ibu dan ayahnya memburuk, Edeline lebih sering murung dan berdiam diri di kamarnya.

Anak 5 tahun harus menerima kenyataan bahwa hubungan ibu dan ayahnya tidak lagi harmonis seperti dulu dengan alasan sudah tidak sejalan lagi. Ayahnya yang terlalu cuek dengan Edeline dan ibunya membuat ibunya lama-lama muak, karna sejak 6 tahun pernikahan ayahnya tidak pernah sekalipun memperdulikan mereka. Sedangkan ibu lebih sering kerja dibanding menghabiskan waktu dengannya. Diwaktu liburnya pun, ibu lebih sering menghabiskan waktu dengan gadgetnya dan tidur. Lagi-lagi Edeline tidak dihiraukan.

Sampai waktu ketika ibu dan ayahnya mulai pisah ranjang. Ayah Edeline pergi dari rumah karna disuruh ibu dan ibu tetap sibuk dengan dunianya (kerja dan main dengan temannya). Sesekali ayah mengajak Edeline keluar di hari sabtu/minggu hanya untuk sekedar ajak main dan menghabiskan waktu bersama. Ibu lagi senang-senangnya jalan dan hangout keluar dengan teman-temannya, seperti burung yang baru lepas dari sangkarnya. Seperti biasa, kalau ada ibu dirumah pun dia lebih sayang gadgetnya daripada Edeline.

Edeline lebih sering menghabiskan waktu dengan nenek, kakek, tante tasya. Mereka setia menemani Edeline saat kedua orang tua nya gak ada. Nenek dan tante anter Edeline sekolah, kakek ajak main bareng Fara (Anak dari tante Tasya). Waktu Edeline lebih sering dihabiskan bareng mereka.

Edeline tau ibunya sangat sayang dengannya tapi kadang ibu tidak bisa menahan emosi kala Edeline melakukan salah. Edeline sering sekali dibentak dan diomelin kalau ibu dirumah. Kenapa Edeline harus menerima ini diumurnya yang masih anak-anak? Apa dia kuat menjalani hari-hari nya ke depan dan menerima kenyataan bahwa hubungan ibu dan ayahnya tidak lagi bisa dipersatukan???

Iklan

SELAMAT TINGGAL KIKOK ..

Malam itu saya bersama orang tua sedang pergi ke salah satu Mall di daerah Tangerang. Mamah minta dibelikan HP baru sama Papah karna sebelumnya selalu pakai HP bekas terus, akhirnya malam itu Papah menuruti kemauan Mamah.

Kami sedang asik memilih-milih HP yang sesuai dengan Mamah, Papah HP nya bunyi dapat telepon dari keluarga yang di Rangkas bahwa sepupu saya Legianda Rizky Diputra (sebut saja Kiki) pingsan di daerah Alam Sutra karena ingin ketemu dengan kekasihnya. kabar simpang siur tentang kejadian yang kiki alami malam itu, sampai akhirnya saya diantar pulang. Mamah, Papah dan Aa menuju RS dimana kiki berada.

singkat cerita yang kami dengar malam itu, kiki kelelahan karna habis nyela (nyalahin motor manual) motor dan pingsan. dalam hati saya “kenapa bisa sampe kaya gitu ya, karna saya tau betul kiki gimana. dia orang yang paling kuat dan jarang dengar dia sakit sebelumnya. masa gara-gara nyela motor bisa sampe kaya gini” pikiran saya dirumah gak tenang, sebenarnya penyakit apa yang kiki alami. kepingin ikut ke RS liat kondisi kiki tapi Ara kasian kalau dibawa-bawa kerumah sakit jadi Mamah dan Papah antar saya dan Ara pulang.

dapat kiriman foto kondisi kiki di RS. dia masih pingsan dan nafas masih sesak, ada yang bilang Jantung?? kami sekeluarga Syok, kenapa bisa laki-laki umur 23 tahun sudah kena sakit jantung?? apa ada keturunan dari keluarga?? Ah pikiran saya terus berkecamuk, masih bingung ada apa sebenarnya sama kiki. dia memang perokok, semenjak kerja di Tangerang mungkin juga makanan yang dia konsumsi gak sehat jadi muncul penyakit-penyakit yang berat. entahlah.

setelah sadar dari pingsannya dan nafasnya sudah mulai teratur kiki melangkah keluar IGD RS Awal Bros Tangerang seorang diri. Mamah, Papah dan Aa kaget liat kiki berjalan keluar sendiri. akhirnya A’imal segera samperin dan memapah kiki ke tempat duduk. Malam itu juga kiki dibawa pulang ke Rangkas dan dicoba perawatan dirumah. Motor yang kiki pakai malam itu disimpan warga sekitar untuk diamankan. Kekasihnya diantar pulang A’owik karna waktu menunjukan tengah malam, kasian kalau dia pulang sendirian.

bagaimana kondisi kiki dirumah?? dia masih terus DROP, nafas dan dada dia masih sakit. harus dirawat intensif di RS. akhirnya keluarganya bawa kiki ke RS daerah Rangkas, ada kekhawatiran dalam hati kiki “kiki dirumah aja mah, kalo kiki dirawat nanti uangnya darimana” keluarganya gak mau memikirkan itu, pokoknya kiki harus sembuh dan dibawa ke RS.

akhirnya kiki dirawat di RS, kondisinya naik turun. kalau pun stabil pasti gak lama lalu drop lagi. begitu terus kondisi nya. percaya gak percaya menurut cerita dari keluarga kiki minta dicarikan orang yang tau tentang hal-hal mistis, karena kiki merasa ada yang aneh di diri dia. karna selama sakit, kalau tidur suka mimpi aneh. entahlah.

beberapa kali jenguk dia di RS, keadaan begitu aja. ngeluhnya dadanya sesak dan sakit terus. badan sampai kurus karna sudah hampir 3 bulan dia dirawat. dokter pun melakukan kerjanya dengan baik, dokter pun bingung harus berbuat apa lagi agar kondisi kiki membaik karna obat sudah dikasih sesuai penyakitnya tapi gak perubahan juga.

doa-doa terbaik selalu ngalir dari keluarga, kerabat dan teman untuk kesembuhan kiki. sampai akhirnya tanggal 17 Oktober 2017 Allah berkehendak lain. kiki nyerah sama penyakitnya, dia pergi dengan tenang meninggalkan keluarganya. sebelum pergi dia seperti sudah firasat ke ibu nya, dia ajak ibunya selfie dan bilang “selfie yuk mah, ini nanti kan Hp nya buat mamah. kiki mau beli lagi yang baru” 😦

IMG_20171003_202726_049
hasil selfie dia. lu emang paling cool buat gue.

antara percaya dan engga percaya dia pergi duluan ninggalin saya.

seminggu sebelum pergi kami masih komunikasi di WA. dia juga balas, mungkin saat itu kondisinya lagi engga terlalu Drop jadi masih bisa main HP.

“Lu masih sama si makaroni (sebutan saya untuk pacarnya)”

“udah gue putusin, abis gue kesel sama dia”

“kesel kenapa? Pantesan Instagram gue di block”

“baru gue mau minjem IG lu, pengen kepoin dia. soalnya IG gue juga dia block”

“mana bisa. gue aja gak bisa kepo hahaha”

obrolan ke putus gitu aja. sampai dapat kabar mengejutkan dari keluarga kalau kiki udah engga ada. sebelumnya saya juga seperti sudah ada firasat kalau kiki engga akan bertahan lama. malam-malam saya pernah mimpi, dalam mimpi itu sepupu saya yang rumanya di sebelah rumah meninggal dunia tapi anehnya yang nangis sesegukan mamah nya kiki. bangun-bangun saya bingung, mimpi ini maksudnya apa ya?? ternyata jawabannya kiki.

sedikit cerita. saya Lahir seminggu setelah Legianda Rizky Diputra, kiki tanggan 21 saya di tanggal 28. dari kecil kita memang dekat. kiki waktu kecil paling hobi gigit badan saya sampai merah-merah dan nangis. sampai kita besar, tiap saya pulang ke Rangkas pasti yang saya cari kiki. teriak-teriak dari rumah bude mimi manggil-manggil kiki terus dia keluar. saya minta ajak jalan-jalan ke alun-alun Rangkasbitung, yang penting kalau saya pulang ke Rangkas harus ketemu dia, entah cuma ngobrol atau jalan.

sampai akhirnya saya kerja dan kiki kerja. kami punya kesibukan masing-masing dan jadi jarang ketemu. diRangkas dia juga jarang ada, kalo saya kesana dia gak ada. karna kerja tapi kadang sebelum pulang kita janjian dulu jadi kalo saya kesana dia juga ada. kemudian saya nikah, sibuk dengan suami dan anak. jadi makin terbatas waktu kita untuk ketemu.

kita pernah janjian untuk mengumpulkan keluarga dalam 1 acara. waktu itu kiki dan saya baru aja keterima kerja, kita sisihkan uang untuk sewa villa dan mengadakan halal bihalal keluarga besar. Alhamdulillah rencana kita terlaksana dan berjalan dengan lancar, keluarga juga sangat bahagia dengan adanya acara itu karena bisa kumpul.

tapi sekarang kiki udah engga ada. sedih pasti, kehilangan apalagi. tapi Allah lebih sayang kiki dan Kabar Duka .. (teteh reni). mereka udah engga ngerasain sakit lagi, mereka berdua orang baik dan pasti ditempatkan ditempat terbaik sama Allah. Rindu pasti karena mereka memberikan warna yang begitu indah dikehidupan saya. mereka berharga dan selalu hadir dalam ingatan dan doa.

C360_2013-07-27-21-49-37-198

KALIAN TERHEBAT. RINDU INI SELALU ADA UNTUK KALIAN.

Legianda Rizky Diputra Bin H. Dedi Suprani
Reni Febrianti Binti Somad
Al – Fatihah

Hidup gak jauh dari Masalah (1)

Ujian datang tanpa henti di kehidupan Rani semenjak menikah. Dia fikir pernikahan akan indah seperti di film-film kebanyakan tapi nyatanya jauh berbeda. Rasanya lelah menjalani hidup seperti ini, masalah 1 selesai datang masalah lain begitu terus.

Awal masalah ketika Suaminya tidak kerja. Kebutuhan banyak dan keperluan sehari-hari membuat dia terpaksa cari pinjaman sana-sini. Belum lagi cicilan Motor, Handphone dan Arisan yang sudah pasti harus ada setiap bulannya.

Sampai suatu ketika orang lising Motor datang karna Rani sudah menunggak tiga bulan dan diancam akan ditarik, setiap bulan selalu seperti ini. Pusing dan harus terus mencari agar hutang-hutang pelan-pelan bisa terbayar. Gali lobang tutup lobang.

Hutang terus menumpuk, orang-orang dulu Rani pinjam uangnya mulai menagih uangnya. Rani bingung harus berbuat apa, sampai akhirnya terbersit dalam pikiran dia untuk menggadaikan Sertifikat rumah orang tuanya ke BANK tanpa sepengetahuan orang tua nya. Rani nekat melalukan itu karna dia tidak tau lagi harus kemana untuk bayar hutang-hutang nya. Wahyu pun mulai masuk kerja, makannya Rani memberanikan diri melakukan itu karna dia fikir bulanan nya bisa dibayar dari gaji suaminya.

Tanpa sepengetahuan siapapun Rani pergi ke BANK untuk menanyakan berkas apa yang dibutuhkan untuk meminjam uang. Setelah dijelaskan Rani buru-buru mempersiapkan segala syarat yang dibutuhkan oleh pihak Bank. Masalah ke dua datang saat akan pencairan ternyata pihak Bank minta Tandatangan Orang tua nya untuk Surat Kuasa, Rani cari Alasan terus dan mengulur waktu tiap orang Bank menanyakan soal orang tua.

Uang sudah cair, sore-sore Rani datang ke Bank tersebut untuk ambil uangnya. Besoknya Rani datang lagi bersama Suaminya untuk Tandatangan berkas diminta. Rani terus mengatur uangnya, dipisah-pisah untuk bayar Hutang ke teman-teman nya. Banyar cicilan Handphone dan cicilan Motor. Untuk Belanja dia dan suaminya sampai-sampai dia kalap. Uang habis tak tersisa. Padahal niat Rani selain untuk bayar hutang uang itu untuk modal dia Usaha tapi ternyata uangnya habis begitu saja tanpa kontrol.

Pihak Bank masih terus menanyakan Tandatangan Orangtua. Rani masih terus saja berkelit. Sampai akhirnya dia bingung harus gimana lagi, Dia panggil orang Bank itu untuk datang kerumah.

Pikiran dikepala sudah tidak karuan, memikirkan akan sekecewa apa Orang tua nya kepada Rani. Karna dalam hidup Rani Orang tua nya adalah segalanya, tidak pernah Rani berbuat nekat seperti ini apalagi sampai buat mereka kecewa. Akan seperti apa nanti hubungan dia dan Ayahnya kalau ayahnya tau tentang kenekatan Rani ini??

Pihak Bank datang dan ayahnya Rani yang sedang asik nonton TV dikamar dipanggilnya.

“Yah, minta Tandatangan nya Yah” Itu kata yang terucap pertama oleh Rani.

“Tandatangan apa?” dengan suara masih tenang.

“Turun dah ke bawah. Dibawah ada orang BRI, Rani mau minta Tandatangan papah”

“iya emang kamu ngajuin apa? Kok orang Bank sampe kesini?” inotasi suaranya mulai naik.

“Rani ngajuin pinjaman di Bank dengan agunan Surat” sambil menahan tangis.

“Surat apa Rani? Yang jelas kalo ngomong?”

“Sertifikat papah.” dengan muka tertunduk karna merasa bersalah.

“Kok bisa sih kamu begitu, Ayah aja gak berani pake Sertifikat itu buat ke Bank. Kamu berani-beranian ngelakuin itu. Pikir yang panjang Rani, bayar bulanan nya pakai apa? Kalo gak kebayar rumah ini bisa ditarik tau gak, mau tinggal dimana kalo Rumah ini sampe ditarik. Ngajuin berapa emang? Tau-tauan lagi naro suratnya dimana, tau gak itu namanya apa? NYOLONG”

Bagai disambar petir ⚡. Tidak pernah Rani liat ayahnya semarah ini.

“Maafin Rani yah. Rani janji akan tanggung jawab tiap bulannya” sambil nangis sesegukan.

“Ngajuin berapa?”

“80 tapi cairnya cuma 78 sekian karna dipotong admin Dll”

“Pikir yang panjang kalo mau ngelakuin sesuatu. Ayah gak mau Tandatangan, Ayah mau suratnya dikembaliin. Ibu tau gak soal ini?”

“Engga ada yang tau”

Kemudian ayah manggil ibu yang lagi masak didapur.

“Ibu tau Rani ngambil sertifikat dan ngajuin ke Bank?”

“Engga tau, emang sebelumnya sih dia pernah nanya sama ibu. Ayah masih ada Bpkb gak karna dia mau pinjam uang ke Bank tapi ibu bilang gak ada. Udah pake Kakak semua untuk kemarin bangun rumah”

“Itu masa dia berani banget. Ayah aja gak berani pake sertifikat. Mikir lagi. Lah ini anak baru kemaren udah punya pikiran sampe kesitu. Di hasut siapa emang kamu?”

Rani cuma diam dan menunduk. Orang Bank juga diam dan liatin Rani lagi diomelin sama Ayahnya.

“Ngajuin berapa emang bu dia?”

“Waktu awal sih mintanya 100 pak tapi saya bilang kalo pinjaman awal gak bisa langsung gede, jadi disetujuinnya cuma 80. Oh emang bapak gak tau ya, kalo bu Rani ini ngajuin ke Kami? Pantes dari kemarin ngulur-ngulur terus, bilang bapak gak ada dirumah terus”

“ngajuin nya segitu doang lagi. Sertifikat saya mah bu pinjam setengah M juga masih bisa. Karna tanah disini udah mahal. Saya juga ngajuin pinjaman di Bank buat bangun rumah kakaknya dia (sambil nunjuk ke Rani) pake BPKB mobil saya semua. Gak berani saya pake sertifikat ini. Kok dia berani-beraninya ngelakuin itu”

“Saya pikir bapak udah tau. Karna ibu Rani sendiri bilang kalo orang tua sudah tau. Tapi kok tiap suruh ke kantor bawa orang tua ngelak terus”

“saya emang kemaren-kemaren jarang dirumah. Bolak-balik terus ke Cianjur buat liat rumah yang lagi dibangun. Mungkin pas saya lagi pergi itu, dia ambil surat nya. Uangnya udah cair belum bu?”

“Sudah pak, sudah dipegang bu Rani”

“Sekarang gini bu, saya gak mau Tandatangan. Saya mau suratnya aja dikembalikan. Untuk pengembalian uangnya berapa-berapa nanti Rani urus. Tanya langsung ke ibu. Uangnya masih ada gak Ran?”

“Masih” -bohong lagi-

Akhirnya setelah ngobrol kesana-kesini Orang bank itu pulang Tanpa hasil. Rani disidang dikamar oleh Ayahnya dan Ibunya.

“Kok bisa sih Rani ngelakuin itu? disuruh siapa begitu? Ayah aja gak berani pake surat itu buat jaminan. kamu bisa-bisaan sampe kepikiran kesana” kata Ayah sambil duduk dan gak mau liat Rani.

“Duitnya buat dipake apa?” tanya Ibu ke Rani.

“Buat bayar utang, sama buat modal usaha.”

“Sabar kalo mau usaha itu butuh proses gak bisa langsung gede gitu, dulu Ayah dari susah dari gak punya apa-apa sampe akhirnya bisa jadi kaya sekarang. jangan ikutin nafsu jadi orang mah. tau-tauan aja lagi naro suratnya dimana” Ayah.

“Rani disuruh Wahyu? Jujur aja sama Ibu, Engga diomelin. Utang sebanyak itu emang utang wahyu atau Rani?” Kata ibu.

“Utang Rani sama Wahyu bu”

Rani pun pergi ke kamarnya dengan tangis yang gak bisa lagi dibendung. Ibu dan Ayah masih meributkan hal itu dikamarnya. Ayah tetap ingin surat itu kembali.

Rani sendiri bingung harus berbuat apa, Angsuran pun sudah memasuki 2 bulan. kalo memang mau diselesaikan banyak yang harus Rani keluarkan. Uang nya sudah habis. sampai akhirnya Wahyu pulang dan Rani menceritakan kejadian hari ini sama Wahyu dan besoknya Wahyu kembali di sidang dengan Ibu dan Ayah.

semenjak kejadian itu hubungan Rani dan Ayah tidak lagi harmonis. Rani lebih sering menyendiri dikamar sama anaknya dan Ayah tidak lagi nanya Rani. dalam hati Rani sedih, karena dia tidak pernah buat Ayah kecewa yang besar seperti ini.

Ayah masih sering menanyakan surat tersebut dan minta Rani mengurusnya dengan benar. Rani mengulur-ngulur waktu sampai akhirnya Ibu bilang sama Rani.

“Ayah udah ngomong belum sama kamu?”

“Ngomong apa bu?”

“Ayah mau tandatangan ke Bank tapi dia minta uangnya 30juta karena mau beresin rumah kaka yang ketunda. Uangnya masih ada kan?” Tanya Ibu.

“Yang bener bu Ayah mau Tandatangan? iya masih ada, nanti Rani bilang lagi ke orang bank nya karena yang kemarin itu (yang ayah minta suratnya dikembalikan) Uangnya Rani masukin lagi ke Bank karena takut kepake. jadi paling nanti diproses lagi sama pihak bank nya” -Bohong lagi-

“Ya udah nanti suruh orang bank nya kesini lagi”

Waktu terus berjalan, Rani terus mengulur-ulur tiap ayah tanya soal Uang itu, selalu beralasan – masih di proses bank, dll – Rani bingung lagi harus mencari uang kemana untuk kasih ke Ayah. Sampai akhirnya Ayah geram dan tanya nomer handphone orang bank nya ke Rani.

“Coba mana Nomer Handphone si ibu yang waktu itu kesini. kok proses nya lama amat, kaya dimaen-maenin. kemaren gua minjem gak sampe berlarut-larut gini”

Rani panik, dia kasih Nomer Handphone fiktif ke Ayah. Agar jangan sampai ayah benar-benar hubungi pihak bank dan menanyakan langsung. bisa tamat riwayat Rani. Ayah akan makin kecewa sama dia kalau tau sebenarnya.

benar dalam fikiran Rani. bisa-bisa ayah nekat datang langsung ke Bank untuk ketemu Bu Anis. saking keselnya Ayah ambil kunci mobil dan bersiap mau bergi entah kemana. dalam hati Rani panik “Aduh Ayah mau kemana ya? Jangan-jangan mau samperin Bu Anis ke Bank langsung” feeling Anis gak pernah salah tentang Ayah.

Ayah benar-benar datang Langsung kesana dan menanyakan semuanya. Rani mengunci diri dikamar. Ada Sms masuk dari Bu Anis.

Ibu bohong apa sama Bapak? Kok bilang uangnya belum cair? Kok bisa sih bu bohongin orang tua gitu. nama saya jadi jelek loh. kita mesti ketemu ya bu, nanti selesai kerja saya kesana dan selesain semua nya. biar gak ada salah paham lagi.

Rani balas pesan bu Anis.

Sebelumnya mohon maaf karna sudah bawa-bawa nama Ibu tapi ibu gak usah kerumah. biar saya jelasin langsung ke Ayah saya dan saya gak mau ada orang lain. Maaf bu.

Bu Anis balas.

Oh gak bisa bu. saya mau balikin nama baik saya. kita harus ketemu.

Rani terus mengurung diri dikamar. setelah Ayah tau soal itu tidak pernah lagi dia ngobrol dengan Rani. Rani sadar betul karakter Ayahnya, beliau kalau sudah benci sama orang, ditanya atau nengok aja engga.

waktu menunjukan pukul 17.30 dari kamar terdengan Ayah sedang ngobrol dengan seseorang di telepon “Nanti bu, tunggu suaminya pulang dulu baru kesini. soalnya suaminya belum pulang”

Entah apa yang ada dipikiran Rani, Dia dengan sembunyi-sembunyi mulai bergegas ingin Kabur dari rumah bawa anaknya. Gak ada tujuan. Setelah Adzan Maghrib dan orang rumah sedang melalukan Sholat buru-buru Rani pergi dengan membawa Anaknya.

selama Rani pergi, Ibu terus-terusan telepon menyakan dimana Rani berada. Rani berkelana untuk menenangkan pikiran yang semrawut karena ulahnya sendiri. Rani berfikir begitu berdosanya dia kepada Orangtua nya, Begitu kesetanannya dia dengan Uang. Begitu Jauhnya dia dengan Allah. Sampai akhirnya dia pelan-pelan memperbaiki diri, Solat dan Zikirnya. Minta Ampunan kepada yang punya Segala-galanya. berfikir untuk memperbaiki hidupnya kejalan yang benar.

banyak pelajaran yang bisa diambil dari setiap masalah, dari Awal pernikahan rasanya sulit sekali mendapatkan kebahagiaan dikeluarga kecilnya. masalah selalu datang. dari suaminya gak kerja, dikejar-kejar hutang, usaha gak ketauan untungnya, sampai di titik hubungan gak baik antara Ayah dan Rani.

semuanya Rani jalanin dengan sabar. Solat dan Zikir terus Rani kerjakan, terus mendekatkan diri dengan Allah. sampai akhirnya Rani Pulang kerumah. Ayah masih terus gak tanya Rani. beliau masih marah dan kecewa.

 

– BERSAMBUNG –

Naik besi terbang pertama kali..

Bulan desember kemarin saya dan keluarga memutuskan untuk pergi ke Kalimantan. Pertama kali dalam hidup saya pergi jauh tanpa orang tua disamping. Suami saya Lahir di Banjarmasin, selama bertahun-tahun kita sama-sama saya gak pernah menginjakkan kaki ke pulau Kalimantan. Cuma sering dengar cerita-ceritanya aja dari suami. cerita tentang keluarganya, gimana suasana disana dan gimana budaya Kalimantan itu sendiri.

Akhirnya tanggal 17 Desember 2017 kemarin saya sekeluarga memutuskan untuk berangkat kesana. Dengan tujuan, bawa Ara ketemu Nini, Kai dan Om nya di Banjarmasin karna dari Ara lahir mereka belum pernah liat dan perkenalkan saya ke keluarga suami.

Pagi itu kita sudah sampai dibandara. Gimana perasaan saya mau naik besi terbang?? Takut, ngebayangin hal-hal aneh kaya di filem. Parno sendiri.

Sampai di pesawat gak berenti saya baca Ayat Kursi dan surat-surat pendek yang saya hafal. Sampai akhirnya pesawat mulai mengudara dan saya melayang, dalam hati saya “ternyata gak seburuk yang saya kira” cuma bangkunya aja yang agak sempit karena kaki saya dan suami kepanjangan, jadi pas sudah sampai kaki pada pegel 😦

Kesan pertama menginjakan kaki di Pulau Kalimantan yang saya ucap ke suami adalah “Wah, akhirnya aku bisa sampe ke sini. Ke kampung halaman kamu”.

“jangan norak ya, jangan malu-maluin”.

“suek”.

Setelah nunggu koper dan berhasil keluar dari bandara. mobil yang kami sewa datang dan kita langsung menuju rumah saudara, nemuin ibu dan bapak mertua.

10 hari saya dan keluarga disana, diajak jalan mengelilingi Kota Banjarmasin. Cobain Segala makanan khas sana, naik kelotok, ke patung bekantan, ke pulau kembang, ke tapak siring, makan soto banjar, makan haliling, ke kebun duren di Bi’ih, makan mie bancir, ke Martapura, Mesjid Agung nya, ke Lapangan Murjani, Pasar Terapung, Rumah Sambal Acan Raja Banjar . ah banyak lagi.

Gimana perasaan saya selama disana?? Bahagia, nyaman, suka dan berharap suatu saat bisa tinggal dan mengadu nasib disana. Karena saya tidak pernah meninggalkan tanah jawa dengan waktu lama. Suasana, lingkungan yang bersih buat saya betah berhari-hari disana. Sayang waktu begitu cepat berlalu, sudah waktunya saya dan keluarga kembali ke Tangerang. Kembali ke aktifitas sebelumnya.

Tanggal 26 Desember 2017 kita harus meninggalkan tanah Kalimantan. Entah kapan lagi bisa kesana 😢 😢

Terimakasih untuk semua keluarga disana, selama saya dan Ara disana dijamu sangat baik dan hangat. Bikin betah, bikin gak mau pulang sebenernya tapi di Tangerang masih punya tanggung jawab yang harus dijalani.

Semoga Kami sekeluarga lain waktu bisa ke Kalimantan lagi tapi untuk tinggal dan mengadu nasib disana. Bisa tau tempat tinggal Mertua di Sangatta, Kalimantan Timur. Amin 😇

Kabar Duka ..

“neng teteh gak ada pulsa, isiin dong neng yang 10 ribu aja”

beberapa bulan terakhir yang teteh minta dari mia tapi ya Allah nyesel gak bisa nurutin, semua kebaikan yang teteh udah kasih ke sepupu terdekatnya gak kebayar sama pulsa 10 ribu. ternyata teteh gak minta ke mia doang tapi ke yang lain juga, maafin mia teh. beribu maaf karna apa yang teteh minta gak bisa mia kasih, karena posisi saat itu mia belum kerja dan memang gak pegang uang. mungkin bisa aja mia minta uang sama mamah dan beliin teteh pulsa tapi kenapa gak kepikiran kesitu ya Allah.

teteh yang gak pernah pelit sama mia dan lulu dan sepupu yang lain. kalau dapet voucher karaoke pasti hubungin sepupu-sepupunya buat diajak. gajian ajak sepupu-sepupu ke Dufan padahal keluarga kecilnya pun sebenernya serba pas-pasan tapi teteh selalu punya cara buat bahagiain keluarganya. kalau dimintain tolong selalu dengan tangan terbuka siap membantu, supel, sangat baik (mungkin terlalu baik). terlalu banyak kenangan bareng teteh yang selalu bikin mia nyesel karena saat teteh butuh balik mia gak bisa bantu apa-apa. sedih. nyesel.

waktu teteh merit di Rangkas yang jadi pager ayu Mia dan Lulu. malem sebelum jadi pager ayu malah ditabrak motor akhirnya besoknya pincang-pincang jalannya. tapi Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar. penuh drama dan tangis karena teteh tau tentang kenyataan bahwa teteh bukan anak dari Nde Mimi dan bukan Turunan dari Keluarga H. Satiri dan Hj. Sukmariah. tapi siapapun teteh, buat Kita semua teteh adalah keluarga dan keturunan dari Abah. dari kecil kita udah sama-sama, teteh rawat mia, ajak main mia, selalu sabar jagain mia (kata mamah). teteh berharga di hidup mia, seberharga Aa dan Lulu dihidup mia.

kalau mia sama lulu ribut pasti teteh coba nengahin, sampe-sampe teteh nangis karna mia dan lulu sama-sama keras gak mau minta maaf duluan sampe berbulan-bulan.

mia bilang mau beli Hp dan pingin pinjem Kartu AEON teteh dengan baik hati teteh pinjemin sampe akhirnya mia bisa kebeli Hp berkat teteh. malem-malem teteh kabarin kalau mau pake kartu AEON teteh pake aja karna cicilan teteh udah pada lunas, malem itu juga kita janjian di Mall CBD Ciledug buat beli Hp mia. dengan sabar teteh nungguin dan nemenin mia, sampai akhirnya kemaleman dan mia nginep di kontrakan teteh, dengan uang 50.000 pulang bisa bawa Hp. ya Allah teteh 😦

waktu teteh mulai di vonis sakit yang aneh-aneh, badan teteh mulai berubah. dulu gemuk jadi kurus, dulu rambutnya lebat jadi sedikit-dikit rontok, kalau sakitnya kumat muka jadi pada bengkak. tapi teteh nakal, suka gak ikutin saran dokter untuk gak makan ini-itu. obat suka gak teratur di minum.

sampai datang ditahun 2015, kita masih bisa kumpul dengan sepupu yang lain dihari Lebaran. dimalam itu ada Mobil nabrak pohon depan rumah dan depan mobilnya sampe ringsek, seperti biasa teteh kepo langsung pengen liat ke TKP.

49dc86a8e99559bc9bc9817186b714c2
28 Juli 2015 at Rangkasbitung – ini kumpul keluarga terakhir sebelum teteh wafat (baju merah bando putih – dan cowok disamping – kiki – juga udah nyusul teteh ke surganya Allah) sepupu-sepupu yang teteh sayangin. pada kumpul diluar karena abis liat Mobil tabrak pohon depan rumah.

di Grup H. Satiri rame.

 

“minta doa nya ya daritadi reni drop, katanya dadanya sesek aja” kata t’yuli sambil kirim foto teteh lagi tiduran sambil tangan pegangin dada.

dan yang lain jawab, dengan doa semoga teteh baik-baik aja.

mia dikantor gak tenang (waktu itu lagi tugas di kantor pos cikokol Tangerang). karena keluarga pun gak berenti kasih info tentang teteh sampai akhirnya dapet foto terakhir teteh di RS. Sari Asih Ciledug dengan muka udah pucet.

mia dikantor mulai gelisah. akhirnya waktu dinas selesai, hati bimbang antara pulang atau langsung pergi ke RS karna firasat udah gak enak – di grup ternyata udah ada yang kabarin kalau teteh udah meninggal tapi mia gak baca karna masih bawa motor – sampai di Cipondoh akhirnya dengan nekat mia belokin motor ke arah Ciledug, dengan modal nekat karna mia gak tau dimana RS. Sari Asih Ciledug jadi tanya ke ojek-ojek pinggir jalan.

sampai akhirnya ketemu RS nya, langsung mia parkir motor dan buka HP teteh udah gak ada 😦

perasaan udah gak karuan, langsung mia menuju lift. di depan UGD ada t’wulan dan t’yuli lagi sibuk kabarin keluarga. mia masuk ke UGD dan pegang kaki teteh udah dingin dan kaku. dengkul langsung lemes dan duduk dilantai sambil nangis sekejer-kejernya. disaat-saat terakhir teteh mia gak bisa liat dan minta maaf ke teteh. ya Allah, secepet ini teteh pergi ninggalin kita semua. dengan polos Ido (anak teteh) nangis disamping jenazah teteh sambil elus-elus kepala teteh 😦

keluarga mulai berdatangan dan suami teteh menyelesaikan segala administrasi dan cari ambulans untuk dibawa kerumah duka. dengan segala kabar simpang siur yang bikin keluarga bingung akhirnya teteh dikuburin di Rangkasbitung gak jauh dari kuburan Ibu dan Abah (sebutan untuk nenek dan kakek).

malam itu juga kita semua berangkat ke Rangkasbitung mengiringi mobil jenazah teteh di depan dengan beberapa keluarga yang ikut dibelakang mobil ambulans. suara sirine ambulans masih jelas terdengar dikepala dan muncul semua kenangan-kenangan yang udah kita laluin dari dulu sampai sekarang, air mata terus mengalir masih gak percaya mia ditinggal selama-lamanya sama teteh. orang yang sangat baik dan perhatian sama mia (bahkan kakak mia sendiri aja jarang melakukan hal yang teteh lakukan ke mia).

bahagia terus disana teh, teteh orang yang sangat baik yang mia kenal. sekarang kalo kangen sama teteh cuma bisa kirim Al Fatihah dan liatin foto saat kita sama-sama dulu. teteh udah gak ngerasain sakit lagi, teteh udah senang disana, semoga Allah menempatkan teteh ditempat terbaik, diterima segala amalan nya. Amin ya Robbal Alamin.

– RENI FEBRIANTI BINTI SOMAD –

masih banyak sebenernya foto-foto kita teh tapi biar itu mia simpen dengan baik di komputer dan hati mia. Love you and Miss you teh, yang tenang ya disana 😦

SC atau Normal?

“aduh dedek nya gak mau muter kebawah nih, udah ditungguin 2 hari masih diatas aja kepalanya. nih liat bu tali pusatnya juga kelilit, bakal susah nih kalo normal. resiko nya besar, siap gak bu kalo SC?” kata dokter sambil menunjukan ke layar TV didepan saya.

hari ini jadwal saya kontrol ke dokter untuk memeriksakan kandungan saya, apa posisinya sudah bagus atau belum. tapi ternyata anak ku ini susah sekali kepalanya muter kebawah dimana di usia kandungan ke 8 mau ke 9 bulan adalah waktu sibayi mulai mencari celah untuk ke panggul ibu nya.

sebenarnya dari awal kehamilan Normal adalah bukan pilihan saya, kenapa? karena saya pernah lihat kakak saya lahiran Normal dan setelah itu maaf – kemaluan – nya di jahit supaya tidak melebar. saya membayangkan hal itu aja sudah takut sendiri apalagi saya yang ada di posisi itu.

akhirnya setelah di vonis dokter bayi saya posisinya masih di atas dan terlilit tali pusat, semakin yakin saya untuk melahirkan SC.

“kenapa gak coba normal Mi?” salah seorang teman bertanya.

“engga ah, takut. lagian posisi bayi gue juga gak memungkinkan untuk lahiran normal. daripada resiko mending SC aja deh”

saya jadi punya hobi baru semenjak hamil, saya jadi suka mondar mandir dokter kandungan untuk USG dan tau perkembangan si baby. setelah minta surat rujukan saya mulai periksa kandungan di RS tempat saya Operasi dan mengatur jadwal.

RS Hermina Tangerang, tanggal 11-11-2016 saya mengajukan SC ditanggal itu tapi ternyata jadwal penuh, saya di telfon dari pihak RS, jadwal SC saya di reschedul ulang, jatuh di tanggal 12-11-2016.

tanggal 12 November pun datang. subuh jam 04.00 wib saya udah bangun karena saking exitednya untuk menjalani Operasi hari ini. selesai solat subuh, – kemaluan – saya mengeluarkan flek kecoklatan dan kental (entah itu cairan apa) akhirnya saya tanya mamah saya.

“mah kok mia keluar kecoklatan ya, itu gak apa-apa kan ma?”

“engga apa-apa itu mah, udah waktunya itu berarti buat lahiran. buruan siap-siap nanti langsung berangkat ke RS”

ternyata itu flek menandakan sudah waktunya hari ini saya melahirkan dan setelah keluar flek itu saya mulai merasakan mules yang gak karuan. ini yang saya takutin, ternyata saya merasakan mulesnya orang yang mau melahirkan padahal saya pilih SC karna salah satunya menghindari ini tapi Allah berkehendak lain, saya dapat kebagian mules-mules manja ini. entah saya sudah memasuki pembukaan berapa karena sebelum saya dipanggil untuk SC saya sudah menunggu di ruang perawatan, mulesnya itu nanti muncul nanti hilang sampai-sampai saya bisa terlelap sebentar tapi kalau muncul lagi, saya udah gak ngerti lagi gimana posisi tidur yang paling nyaman karena gimana pun posisinya saya merasakan sakit dan nikmat luar biasa.

saya berfikir, apalagi yang dirasakan ibu-ibu lahiran normal ya, apa mereka merasakan ini juga? pasti lebih hebat lagi mulesnya. ah saya gak habis fikir, hebat sekali ibu-ibu jaman dulu yang melahirkan anak banyak, sedangkan saya baru mau anak 1 aja sudah ngeluh begini.

begitu saya memasuki ruangan sebelum masuk ke ruang operasi saya diminta suster ganti baju berwarna hijau muda tanpa ada kancing atau resleting dan membuka semua pakaian yang saya kenakan termasuk Bra dan CD.

setelah suster ngobrol dengan wanita di depan saya (minta ijin saya duluan yang masuk karna suster kasihan lihat saya kesakitan. harusnya bagian saya yang ke 2 tapi keadaan tidak memungkinkan untuk saya menunggu lagi) akhirnya wanita itu mau berbaik hati dengan saya, akhirnya negosiasi selesai, dengan pasrah para suster mendorong tempat tidur saya ke ruang Operasi.

sampai diruang Operasi, jantung saya berdegup dengan kencang. takut pasti, mau mundur gak mungkin. akhirnya dengan niat untuk ketemu si buah hati saya memberanikan diri untuk menghadapi ini.

tangan saya mulai dipasang infus, oksigen dan segala macam alat-alat mulai dipersiapkan.

“jangan tegang bu, dibawa relaks aja. detak jantungnya sampe kenceng gitu”

dokter tidak saya hiraukan, karena memang saya sedikit tegang setelah memasuki ruang Operasi tadi. rasa mules yang saya rasakan sejak tadi diruang perawatan perlahan-lahan hilang setelah saya melihat dokter-dokter yang menangani saya, dalam hati saya “Alhamdulillah, akhirnya saya tertolong”

“tarik nafas bu, jangan tegang ya” kata dokter deasy.

“saya belek ya bu perutnya, harus siap ya” katanya lagi.

dokter anestesi suruh saya posisi duduk dan agak membungkuk, kemudian saya mulai merasakan sesuatu di suntikkan ke tulang atau apapun dibagian belakang tubuh saya. lalu saya disuruh pelan-pelan tiduran, dan gerak-gerakkan kaki. tapi lama kelamaan kaki saya terasa berat hingga akhirnya mati rasa. saya pasrah dan tak berdaya diatas meja Operasi, dengan pandangan samar-samar saya lihat di atap ruangan yang memantulkan proses mengeluarkan si anak bayi ini. musik dangdut mengiringi para dokter dalam bekerja, terdengar obrolan-obrolan kecil dan tawa para dokter.

darah mulai keliatan, perut saya serasa di oyak-oyak dan dari atap saya lihat pantat anak saya mulai diangkat salah satu dokter.

“tunggu dulu, jangan langsung tarik. Pelan-pelan tali pusatnya kelilit ini” kata dokter deasy ke dokter robert.

Setelah berhasil diangkat, anak ku gak langsung nangis. Suster langsung tanggap menggendong anak ku dan di tiduri nya dia di atas meja lalu di tepuk-tepuk pantatnya engga lama terdengar suara tangisnya.

Dalam hati “Alhamdulillah, anak ku berhasil keluar dengan selamat” kemudian suster menyodorkan si bayi ke pipi saya dan ditaruh sebentar diatas dada saya.

Bau amis darah masih tercium nyata dihidung, sampai akhirnya anak ku kembali diambil suster untuk dibawa ke keluarga. Cuma butuh waktu 10 menit untuk mengeluarkan anak ku, terbayar sudah semua rasa sakit setelah melihat anak saya lahir dengan utuh dan sehat.

setelah semua proses Operasi selesai dilakukan, saya dengan pandangan samar-samar mulai dibawa keruang sterilisasi sebelum kemudian dibawa ke ruang perawatan. hal menyedihkan harus berpisah 1 lantai dari anak sendiri, di RS tersebut pasien dengan asuransi BPJS tidak di sediakan kamar untuk bersama bayi. jadi kalau saya dan keluarga mau ketemu bayi mesti ke lantai 2 ke ruang bayi, begitupun kalau saya mau kasih dia ASI, harus saya yang ke lantai 2.

dalam kamar perawatan, kepala masih pusing pasca Operasi. badan dan luka bekas sayatan mulai berasa cenat-cenut seolah tidur dengan posisi apapun salah dan terasa sakit. saya harus benar-benar bedrest sampai suster mengintruksikan kalau saya sudah boleh tidur ke kiri, kanan, duduk atau berdiri.

“ah bagaimana kabar anak ku ya, apa dia kehausan?” tanyaku dalam hati.

tak sabar untuk besok, tidak sabar menunggu suster datang dan mulai memperbolehkan saya menjenguk si kecil. yang ditunggu-tunggu pun datang.

“halo, selamat pagi. apa kabar ibu, udah coba miring-miring belum?”

“udah sus semalem dipaksa”

“gimana rasanya? kalau mau ketemu babynya ke lantai 2 aja ya, ke ruangan bayi nanti bilang aja sama susternya mau belajar kasih ASI”

“udah boleh ya sus?”

“boleh kok, udah kuat kan buat jalan ke kursi roda. nanti minta antar sama ibu nya”

akhirnya tanpa pikir panjang, saya pun bergegas ke lantai 2 untuk menemui anak saya. jantung berdegup dengan kencang, setelah sampai di sebuah ruangan saya disuruh tunggu lagi karena bayinya nanti dibawa suster ke ruangan tempat saya menunggu.

ini foto kedua kali saya ketemu Ara karna yang pertama diruang Operasi. dia saya beri Nama Azahra Fayrani Maryam Lahir di Tangerang, 12 November 2016 dengan berat 3.095kg dan panjang 48cm dengan persalinan Cesar, organ tubuh lengkap dan sehat. mirip siapa ya dia? itu yang terbersit dalam kepala saat ketemu malaikat mungil di tangan saya.

ada yang bilang mirip Om ferdi (adik dari suami saya), ada yang bilang juga mirip Kai (bapak dari suami saya). masih berubah-ubah kalau anak bayi begini, kita liat perkembangan dia nanti. apa dia mirip ke keluarga Ibu atau Ayahnya.

ternyata gak mudah jadi seorang ibu. Hal baru lagi dalam hidup saya yang saya jalani sebagai seorang ibu adalah Belajar menyusui dan harus rela begadang kalau si anak kecil ini bangun di tengah malam.

menyodorkan payudara agar Ara mau nyusu itu susah, karna dia terus tidur dan mengabaikan saya. akhirnya setelah puas saya pandangi dia dan saya cium-cium, Ara saya taruh lagi di kasur mungilnya dan saya serahkan ke suster. Ada perasaan gak rela saat tempat tidur dia mulai dibawa masuk ke ruang bayi, karena kalau boleh saya mau bawa dia ke ruangan tempat saya tidur tapi saya harus mengurungkan itu semua, setelah keluar dari RS ini saya juga akan 24 jam sama Ara.

hari ke tiga di RS, tanggal 15 November 2016 saya sudah diperbolehkan pulang. segala nya telah dibereskan dan Ara siap untuk pulang kerumah.

WELCOME HOME BABY ARA :* :*

kenalan singkat.

masih melanjutkan tulisan sebelumnya. kenapa ini saya kasih judul kenalan singkat??

karena memang singkat, jarak antara kenalan – jadian. cuma seminggu dan menurut saya konyol alasan nya kenapa dia bisa tiba-tiba nyatain suka nya ke saya. alasannya adalah CEMBURU dengan teman laki-laki saya dikampus yang pada notabene memang diantara saya dan teman saya itu tidak pernah ada hubungan apa-apa, tapi sepertinya saat itu si Teman saya itu pernah menaruh hati juga ke saya tapi saya menolak untuk jadi kekasihnya.

karna prinsip dalam hidup saya adalah : hal dimulai dengan pertemanan gak akan bisa diganggu dengan asmara. lain lagi hal nya kalau mantan bisa jadi sahabat itu namanya dewasa hahaha

jadi gini ceritanya, siang itu saya menghubungi teman saya karena saya mau beli es bubble favorit saya di daerah tangerang, saya minta jemput dia dirumah dan dia mau. akhirnya kami jalan berdua beli es dan jajanin lain lalu main lah ke tempat temen saya.

lalu IPF telepon :

“dimana mi?”

“di Tangerang ind, sama ifan . kenapa?”

“berdua doang? dari jam berapa?”

“dari jam 2 tadi, iya berdua. jadi ceritanya tadi ke pengen banget beli es bubble yang di Tangerang terus minta jemput ifan dirumah. dia mau, ya udah kita jalan. sekarang lagi ditempat dia”.

entah kenapa saya bisa jelasin panjang lebar ke dia padahal kan dia bukan siapa-siapa saya saat itu, dan kenapa dia bisa sedetail itu sih nanyanya seolah-olah antara saya dan dia sedang menjalin hubungan yang serius.

dalam hati saya ngedumel “belum jadi pacar aja udah posesif gini, gimana nanti ya?”

saya putus dari mantan saya sebelumnya kan karena dia terlalu posesif, saya gak suka di atur dan dilarang tiap mau main sama temen-temen tapi kenapa kayanya IPF gak beda jauh sama mantan saya????

“halo mi? sekarang posisi lu dimana? gue jemput lu, gue yang anter pulang entar”

“ah iya, gue sekarang di …. gak usah jemput gue. nanti biar temen gue aja yang anter pulang, lagian gak enak gue nya. gue kan berangkat sama ifan, masa pulangnya sama lo nanti orang rumah gue nanya”

“udah tunjukin aja lu dimana nanti gue jemput, sekalian gue mau ketemu sama temen lo” dengan nada suara emosi.

“oke temuin gw di perempatan depan apotik ya, gue gak jauh dari situ. gak usah ketemu temen gue, gak ada urusan apa-apa lo sama dia”

berdebat panjang lebar, akhirnya gue bilang ifan kalau gue pulang bakal di anter IPF.

“siapa sih puy?” tanya ifan.

“itu senior yang gue demen, lagi deket gue sama dia. entar anter gue ke perempatan ya, depan apotik. nanti dia yang anter gue pulang. sory ya fan

“serius lo balik sama dia? kan lu tadi dijemputnya sama gue, pulang sama gue juga lah. lagian udah sore juga, gak apa-apa biar gue balik sama dia aja”

“ya udah terserah lo deh. belum jadi pacar aja udah posesif gitu puy, apalagi udah jadi lo sama dia. bisa-bisa gak boleh maen lagi sama anak-anak”

“gitu lah, liat aja nanti”

waktu menunjukkan pukul 17.00 wib saya memutuskan untuk pulang. ifan antar saya ke perempatan dan langsung pulang lagi. sedangkan gue masih nunggu IPF jemput di tempat yang tadi sudah dijanjikan.

selang beberapa menit IPF datang, dengan terburu-buru. dengan pakaian seadanya.

“kemana temen lo?” dengan raut muka kesal.

“pulang lah, udah gue suruh pulang tadi. kenapa emang, gue mau ngomong sama dia”

“udah gak usah. gak ada urusan sama dia”

“gue gak suka ya lo sering jalan sama cowok kaya gitu. asal lo tau aja, gue itu orangnya cemburuan banget”

“jadi kalo lo mau apa-apa sekarang hubungin gue aja, jangan temen-temen cowok lo”

gerutu dalam hati “iiish nih cowok kenapa begini banget sih, kenapa gue dapet yang model begini lagi setelah yang kemaren udah gue lepas bebas”

“ya gue kan gak tau lo lagi bisa atau engga, sibuk atau engga. gue juga biasanya kalo ada apa-apa minta bantuan sama ifan kok, gak usah cemburu karna gue sama dia itu gak ada hubungan spesial”

“mau ada hubungan atau engga intinya gue gak suka cewek yang lagi gue deketin jalan sama cowok lain TITIK. sekarang gue mau ngomong deh sama lo, sebenernya nanti gue bakal ngomongnya pas ulang tahun lo tapi gue gak bisa nahan lagi, nanti lo jalan lagi sama temen cowok lo, gue gak mau lagi pokoknya. GUE SUKA NIH SAMA LO, LO MAO GAK JADIAN SAMA GUE”

setelah dia ngomel panjang lebar, akhirnya dia bilang kalau dia suka sama saya. agak kaget sih karena buat saya ini terlalu cepat dari kenalan – jadian. setelah saya diam beberapa menit akhirnya saya jawab :

“serius ind? apa ini gak kecepetan ya?”

“serius lah gue. gue gak mau sampe lo nanti jalan lagi sama cowok, biar nanti sama gue aja”

“gue mikir-mikir dulu ya, gue minta waktu”

“ah gue gak mau nungguin yang gak pasti. jawab aja langsung diterima atau ditolak gue terima keputusan lo. percuma kalo nanti gue kasih waktu berhari-hari akhirnya ditolak juga mending gak usah. udah buruan jawab”

dari situ gue mikir :

  1. nih cowok kok keras kepala banget
  2. posesif yang berlebihan padahal belum jadian
  3. cemburuin yang harusnya gak dicemburuin (gak penting)
  4. egois
  5. TAPI tegas juga

sebelum gue jawab IYA, gue berdoa dalam hati “Bismillah, Semoga ini yang terbaik buat saya. Amin”.

“oke nih gue jawab ya. sebelumnya gue minta maaf banget sama lo, gue gak bisa”

“gak bisa apa nih” sambil pelanin laju motornya, lemes.

“gue gak bisa nolak lo” sambil senyum berbunga-bunga 🙂

“yang bener nih? terus sekarang kita pacaran dong?” ketawa sambil liatin muka saya dari spion.

“iya”.

22 Juni 2012 (inget, karena pas hari ulang tahun keponakan) hari itu berlalu, status antara MIA dan IPF akhirnya berubah menjadi BERPACARAN.

mulailah drama-drama sampah hahaha 🙂

DSC_2588
– Pinggir Kali Cisadane Tangerang. 4 bulan kita pacaran, masih kurus –

begini penampakan waktu gw kenal dia.

8 September 2011
handphone esia selalu di kuping, karna saya masih pacaran dengan salah satu laki-laki dari jaman SMA dulu yang sangat-sangat posesif. kaya dia gak pernah tenang kalau saya kuliah (katanya takut kecantol cowok kampus, makannya di telponin terus) – BSI Tangerang, 8 September 2011 –

mohon maaf ini tulisan pertama saya, saya gak pandai merangkai kata dan menulis jadi mohon maaf kalo ada kata-kata nya kurang bagus.

kenalkan nama saya Himiyah Farhati. Lahir di Tangerang, 28 juni 1992. Anak ke tiga dari tiga bersaudara.

Ini foto 7 Tahun lalu dikampus tercinta. saya kuliah di BSI Tangerang, pasti pada tau dong ya kampus itu, karna itu kampus sejuta umat hehe 🙂 dan di iklan nya ada orang mirip dengan mantan presiden AS Obama. begini penampakan saat gw ketemu dia dikampus, yaa gak buruk-buruk banget lah ya dibanding dulu, karna ini sudah melewati masa alay jadi better dari penampilan yang dulu-dulu.

awal cerita kenapa bisa naksir sama laki-laki yang menurut gw keren (pada saat itu), bisa dibilang saya jatuh cinta pada pandangan pertama. karena saya liat dia lewat depan saya dan saya langsung suka. pada saat itu yang bikin saya suka sama dia :
1. Penampilan Rapih
2. Cara Jalan
3. Tinggi Gede
4. Putih
5. Pake Topi
6. Pokoknya masuk kriteria banget.

dengan modal social media, saya mulai cari-cari akun facebook dia melalui teman-temannya. berhari-hari saya cari setelah selesai mata kuliah dan tentunya selalu berharap bisa ketemu dia terus dikampus. facebooknya pun tak kunjung saya temukan. menurut sumber yang kurang kongkrit nama dia adalah erwin, saya cari facebook dengan nama erwin ternyata bukan dia fotonya. denger lagi namanya Indra Putra Firdaus biasa disingkat temen-temen saya adalah (IPF) *biar kalo ngomongin dia gak ketauan-ketauan banget haha* akhirnya saya cari ketemu facebooknya dengan nama itu. hati saya gembira, ibarat kalo lagi berjudi saya adalah pemenangnya hahaha (sebahagia itu).

ini penampakan foto IPF waktu saya lagi jatuh cinta pada pandangan pertama, entah menurut kalian ganteng atau engga, saat itu kaya gini termasuk kedalam tipe laki-laki yang saya SUKA.

IPF
– Mall Living World 16 Juli 2012 –

setelah ketemu facebooknya. IPF ini senior saya dikampus, dia 1 tahun lebih dulu lulusnya dari saya. ada temen saya yang pacarnya 1 angkatan sama IPF, dia berbaik hati untuk memperkenalkan kami.

melalui DM twitter pacarnya teman saya kasih no hp IPF tiba-tiba. akhirnya langsung saya save, selang beberapa menit dia telepon.

“halo, ini siapa ya?” kata saya dengan nada sok jual mahal, padahal hati lagi berbunga-bunga karena dapet telepon dari dia.
“ini cipuy ya (panggilan saya dari temen-temen). ini indra temennya gilang”.
“oh iya kenapa, ada apa ya?” masih dengan sok jual mahalnya. padahal saya lagi ngaca sambil senyum-senyum sok cantik.
“boleh kenalan gak? besok kuliah apa?” dia dengan suara kaku, kaya gak pernah kenalan sama cewek aja gitu.
“kan tadi udah tau nama gue”.
“ya kan gue mau denger langsung dari lo”.
“Nama gue MIA, besok gak ada mata kuliah, lo sendiri kuliah apa besok?” sambil gerutu dalem hati “kenapa besok gue gak ada jadwal sih, kan gue mau ketemu dia :(”
“gue udah jarang ke kampus sekarang, paling kalo mau praktek aja baru kesana dan mau bimbingan”.
masih gerutu dalam hati “kenapa gak ke kampus aja sih, emang dia gak mau ketemu gue ya?”.
“Halo Mi, kok diem aja?”
“oh lo sekarang udah lagi ngurusin Tugas Akhir ya? pantes gue jarang liat lo kalo dikampus”
“Iya, kalo ngerjain paling ditempat temen. eh udah dulu ya, nnti dilanjut lagi telponannya. temen-temen gue pada rese nih. Assalamualaikum”
“Oh lo lagi pada nongkrong kali, oke deh. Wa’alaikumsalam”.

dan hari itu berlalu dengan indah, garis senyum terus menghiasi wajah saya sampai tertidur.

dalam hati berdoa. semoga kalau dia jodoh didekatkan, kalau bukan dijauhkan ya Allah.